Prancis mengalami bulan Juni terpanas sepanjang sejarah pencatatan cuaca modern negara itu. Rekor tersebut membuat otoritas Prancis menetapkan 72 wilayah dalam status siaga merah gelombang panas, jumlah tertinggi sejak sistem peringatan itu diberlakukan pada 2004.
Pada Juni 2026, suhu rata-rata nasional Prancis mencapai 22,7 derajat Celsius, yang merupakan 3,8 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata suhu normal periode 1991-2020.
Gelombang panas bersejarah yang mulai terjadi pada 17 Juni kemudian menguat pada 22 hingga 26 Juni dan menyebar ke banyak wilayah di Prancis.
Pada 24 dan 25 Juni, Prancis mencatat dua hari terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1947. Rekor itu berlaku untuk semua bulan, bukan hanya Juni.
Untuk pertama kalinya, suhu rata-rata nasional selama 24 jam mencapai 30 derajat Celsius. Layanan cuaca publik Prancis menilai gelombang panas kali ini datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan memiliki intensitas sangat tinggi.
Dampak cuaca ekstrem itu membuat 72 wilayah ditempatkan dalam status siaga merah gelombang panas. Status tersebut merupakan tingkat peringatan tertinggi dan menunjukkan adanya risiko besar terhadap kesehatan, aktivitas penduduk, dan lingkungan.
Penetapan status siaga merah gelombang panas ini merupakan respons dari pemerintah Prancis untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Prancis mengalami Juni 2026 terpanas sepanjang sejarah, dengan suhu rata-rata nasional mencapai 22,7 derajat Celsius. Gelombang panas bersejarah yang terjadi pada Juni 2026 memiliki intensitas sangat tinggi dan berdampak besar terhadap kesehatan, aktivitas penduduk, dan lingkungan.
Sumber referensi: news.republika.co.id
WhatsApp us