Rumah lansia di Solo yang berada di pinggir jalan telah menarik perhatian banyak orang. Perubahan yang terjadi pada rumah ini dari tahun ke tahun telah mengundang haru dan viral di dunia.
Rumah ini terletak di Jl. Cokroaminoto No.17, Pucangsawit, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pada April 2015, Google Street View menangkap gambar sebuah rumah non permanen yang berwarna biru, terbuat dari kayu dan seng.
Setahun berlalu, tepatnya Januari 2016, pasangan lansia itu masih terlihat beraktivitas di samping rumah, duduk sambil bercengkrama. Terlihat mereka sedang menjemur sisa nasi, sama seperti yang dilakukan tahun lalu.
Rumahnya tak banyak berubah, tetapi kali ini pintu dibuka sehingga dapat mengintip sedikit isinya. Interiornya tampak gelap tidak ada penerangan, hanya terlihat dua bangku kecil.
Pada Mei 2017, sang kakek terlihat duduk sendirian di samping rumah ditemani jemuran bantal dan tampah berisi nasi. Pintu rumah terbuka lebar, tetapi isinya masih gelap. Sementara itu, bagian luar rumah terlihat ada pajangan banner baru menggantung dari atap.
Ini adalah penampakan rumah yang menunjukkan perubahan yang signifikan. Sang kakek tidak lagi terlihat, tetapi sang nenek masih terlihat sendirian di rumah biru itu.
Pada Oktober 2019, sang nenek masih terlihat sendirian di rumah biru itu. Sang kakek sudah tidak terlihat lagi, tak tertangkap kamera Google. Tampak nenek sedang menjemur matras di pinggir jalan dan bantal serta guling di atas atap.
Tak lupa, nenek juga menjemur sisa nasi di atas tampah. Perubahan ini menunjukkan bahwa sang nenek masih berusaha untuk mempertahankan rumah dan kehidupannya.
Rumah lansia di Solo yang berada di pinggir jalan telah menarik perhatian banyak orang. Perubahan yang terjadi pada rumah ini dari tahun ke tahun telah mengundang haru dan viral di dunia. Kesimpulan yang dapat diambil dari penampakan rumah ini adalah bahwa kehidupan lansia masih memiliki keunikan dan keindahan yang perlu dipertahankan.
Sumber referensi: www.detik.com
WhatsApp us