Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% di kuartal II 2025, menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini mencapai rekor tinggi dan menunjukkan peningkatan investasi di tengah konsumsi yang melambat.
Ekonom BCA, David Sumual, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi itu didukung oleh kenaikan investasi. "Angka pertumbuhan investasinya melonjak cukup tinggi. Sebagian indikator investasi memang menunjukkan peningkatan (terutama dari impor). Saya expect ada akselerasi di investasi tapi tidak setajam yang diumumkan BPS," ujar David.
Pertumbuhan investasi yang naik 7% setara posisi 2018 merupakan komponen dari pertumbuhan ekonomi yang naik di atas harapan. Sebelumnya investasi diperkirakan tumbuh 4%. Adapun investasi tersebut terkait proyek tol di Japek/Sumatra, MRT, dan belanja modal korporasi besar untuk mesin pabrik.
David prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5% hingga akhir 2025. Pertumbuhan ekonomi itu akan didorong dari sektor konsumsi dan belanja pemerintah yang diprediksi tumbuh lebih cepat seiring percepatan belanja pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara triwulan ke triwulan atau quarter to quarter (q to q) di triwulan II-2025 tumbuh 4,04 persen. Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Wilayah, Moh. Edy Mahmud, ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.947 triliun. Atas dasar harga konstan, nilainya mencapai Rp 3.396 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% di kuartal II 2025, menunjukkan peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5% hingga akhir 2025, didorong oleh sektor konsumsi dan belanja pemerintah.
Sumber referensi: www.liputan6.com
WhatsApp us