Error 500 pada WordPress berarti server mengalami kesalahan saat memproses permintaan. Penyebab yang paling umum adalah plugin bermasalah, aturan .htaccess rusak, batas memori PHP, tema, atau fatal error pada kode.
Jangan langsung menghapus seluruh WordPress. Buat backup dan periksa error log agar penyebabnya dapat ditemukan dengan tepat.
Aktifkan pencatatan error WordPress
Edit wp-config.php dan aktifkan WP_DEBUG_LOG. Pesan error akan disimpan di wp-content/debug.log tanpa harus ditampilkan kepada pengunjung.
define( 'WP_DEBUG', true );
define( 'WP_DEBUG_LOG', true );
define( 'WP_DEBUG_DISPLAY', false );Nonaktifkan plugin tanpa masuk wp-admin
- Buka File Manager atau FTP.
- Masuk ke wp-content.
- Ubah nama folder plugins menjadi plugins-disabled.
- Buka website kembali. Jika normal, kembalikan nama folder lalu aktifkan plugin satu per satu.
Periksa file .htaccess
Ubah nama .htaccess menjadi .htaccess-old. Setelah website dapat dibuka, masuk ke Settings → Permalinks dan klik Save Changes agar WordPress membuat aturan baru.
Periksa PHP dan memory limit
- Pastikan versi PHP kompatibel dengan WordPress, tema, dan plugin.
- Naikkan WP_MEMORY_LIMIT secara wajar jika log menunjukkan exhausted memory.
- Pastikan extension penting seperti mysqli, mbstring, curl, json, openssl, dan zip aktif.
Verifikasi akhir
Hapus cache, uji halaman depan dan wp-admin, lalu periksa kembali error_log atau debug.log. Setelah selesai, matikan WP_DEBUG pada website produksi.




