Indonesia telah mencapai kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, namun laju tersebut masih kalah cepat dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa Indonesia harus berani melakukan koreksi arah pembangunan untuk mengatasi ketertinggalan ekonomi dengan negara-negara tetangga.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terlambat
Menurut Zulkifli Hasan, Malaysia telah mencapai pendapatan per kapita sekitar USD 12.000, sementara Thailand hampir menyentuh USD 8.000. Angka tersebut jauh di atas Indonesia, meski pada masa lalu posisi Indonesia sempat setara dengan negara-negara tersebut.
“Kalau kita lihat sekarang Malaysia itu income per kapita nya sudah USD 12.000, Thailand itu sudah hampir USD 8000 kita enggak usah cerita atau Tiongkok atau Korea Selatan jauh,” ujarnya.
Ketertinggalan Ekonomi Indonesia
Menurut Zulkifli Hasan, ketertinggalan ini menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan langkah luar biasa agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan ekonomi regional.
- Perbandingan tersebut bukan untuk merendahkan capaian Indonesia, melainkan sebagai alarm agar negara berani melakukan koreksi arah pembangunan.
- Tanpa intervensi yang kuat, jarak ekonomi Indonesia dengan negara tetangga akan semakin lebar.
Solusi untuk Mengatasi Ketertinggalan Ekonomi Indonesia
Menghadapi kondisi tersebut, Zulhas menilai negara tidak boleh hanya menjadi penonton. Ia mengingatkan bahwa negara-negara yang kini melesat cepat berani mengambil keputusan strategis, termasuk memperkuat peran negara dalam mengawal industrialisasi dan peningkatan nilai tambah ekonomi.
Kesimpulan
Indonesia harus berani melakukan koreksi arah pembangunan untuk mengatasi ketertinggalan ekonomi dengan negara-negara tetangga. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya dan menjadi salah satu negara paling maju di kawasan.
Sumber referensi: www.liputan6.com



