Error 500 internal server error dapat disebabkan oleh plugin atau tema fatal, .htaccess rusak, PHP error, memory limit, permission, atau konfigurasi server. Diagnosis harus dimulai dari error log dan perubahan terakhir.
Persiapan Sebelum Memulai
- Backup file dan database.
- Catat waktu, URL, kode HTTP, dan perubahan terakhir.
- Buka log server atau aktifkan WP_DEBUG_LOG tanpa menampilkan error kepada pengunjung.
Langkah yang Relevan
- Aktifkan debug log dan periksa error_log.
- Ubah nama folder plugins untuk menguji konflik plugin.
- Uji .htaccess baru, tema default, versi PHP, extension, dan memory limit.
- Aktifkan kembali komponen satu per satu sampai fatal error ditemukan.
Contoh Pemeriksaan atau Konfigurasi
define( 'WP_DEBUG', true );
define( 'WP_DEBUG_LOG', true );
define( 'WP_DEBUG_DISPLAY', false );Cara Memverifikasi Hasil
Uji URL yang sebelumnya gagal, wp-admin, form, cron, dan halaman dinamis. Pastikan kode HTTP serta log kembali normal lalu matikan debug display.
Peringatan Penting
Jangan menyalin perintah atau record konfigurasi tanpa menyesuaikan domain, IP, versi sistem, dan penyedia layanan.
Kesimpulan
Simpan artikel sebagai draft sampai setiap langkah diuji pada lingkungan yang sesuai. Konten teknis yang baik harus menyebutkan versi, asumsi, dampak, cara rollback, dan hasil verifikasi.






