Konfigurasi swap perlu diterapkan berdasarkan lingkungan, versi aplikasi, akses yang tersedia, dan dampak terhadap layanan produksi.
Persiapan Sebelum Memulai
- Catat kondisi awal dan perubahan terakhir.
- Buat backup file, database, atau konfigurasi yang akan diubah.
- Kerjakan pada staging atau maintenance window jika perubahan berisiko.
Langkah yang Relevan
- Periksa free -h dan swapon –show.
- Buat swapfile dengan permission 600.
- Aktifkan melalui mkswap, swapon, dan /etc/fstab.
- Atur swappiness sesuai workload dan pantau disk I/O.
Contoh Pemeriksaan atau Konfigurasi
uname -a
uptime
free -h
df -h
sudo systemctl --failedCara Memverifikasi Hasil
Periksa exit code, output command, permission, status service, dan log. Uji dari sesi SSH kedua untuk perubahan akses atau firewall.
Peringatan Penting
Jangan menyalin perintah atau record konfigurasi tanpa menyesuaikan domain, IP, versi sistem, dan penyedia layanan.
Kesimpulan
Simpan artikel sebagai draft sampai setiap langkah diuji pada lingkungan yang sesuai. Konten teknis yang baik harus menyebutkan versi, asumsi, dampak, cara rollback, dan hasil verifikasi.




