Indonesia sedang menghadapi tantangan inflasi yang cukup signifikan. Pemerintah memprakirakan tren penurunan harga minyak dunia akan mendorong tingkat inflasi melandai ke depannya. Namun, pemerintah dipastikan tetap mewaspadai faktor lain yang bisa mendorong kenaikan inflasi yaitu komponen harga bergejolak (volatile foods).
Inflasi tahunan Juni 2026 merangkak naik ke 3,34% (yoy) atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yakni 3,08% (yoy). Kenaikan tingkat inflasi ini disebabkan utamanya oleh komponen harga diatur pemerintah (administered price) yakni kenaikan harga Pertamax.
Kemenko Perekonomian juga mengakui bahwa harga tiket pesawat telah mendorong inflasi Juni 2026 karena musim libur sekolah. Padahal, pemerintah sudah menggulirkan stimulus berupa PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) tiket pesawat.
“Sebenarnya kalau core-nya kan masih 2,7% masih cukup bagus lah kalau mau dijadikan indikator buat daya beli,” kata Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
750 x 100 AD PLACEMENT
Menurut Susi, pemerintah akan tetap mewaspadai inflasi komponen harga bergejolak akibar faktor El Nino. “Kami harus waspadai terutama untuk volatile food karena kan terdampak dengan musim dan sebagainya,” kata Susi.
Harga minyak yang kini sudah dalam tren penurunan diharapkan bisa mendorong inflasi semakin melandai. Namun, Susi juga menyebutkan bahwa pemerintah harus tetap waspada terhadap faktor-faktor lain yang bisa mendorong kenaikan inflasi.
Berdasarkan data yang ada, inflasi tahunan Juni 2026 masih di atas 3%, tetapi pemerintah optimis bahwa tingkat inflasi akan semakin melandai di akhir tahun. “Kami targetkan agar inflasi akhir tahun dapat dibawah 3%, dan kami punya strategi untuk mencapai itu,” kata Susi.
Inflasi Indonesia masih menjadi tantangan yang signifikan bagi pemerintah. Namun, dengan strategi penurunan harga minyak dan penerapan stimulus lainnya, pemerintah optimis bahwa tingkat inflasi akan semakin melandai di akhir tahun. Pemerintah harus tetap waspada terhadap faktor-faktor lain yang bisa mendorong kenaikan inflasi dan terus bekerja sama dengan sektor swasta untuk mencapai target inflasi yang lebih rendah.
Sumber referensi: ekonomi.bisnis.com
WhatsApp us