Audit keamanan website harus mengikuti prinsip least privilege, defense in depth, logging, patching, dan pemulihan yang teruji.
Persiapan Sebelum Memulai
- Catat kondisi awal dan perubahan terakhir.
- Buat backup file, database, atau konfigurasi yang akan diubah.
- Kerjakan pada staging atau maintenance window jika perubahan berisiko.
Langkah yang Relevan
- Inventaris domain, software, akun, plugin, API, dan data.
- Periksa patch, TLS, header, permission, backup, logging, dan akses admin.
- Uji staging dengan scanner yang diizinkan.
- Prioritaskan temuan berdasarkan dampak dan exploitability.
Cara Memverifikasi Hasil
Periksa log autentikasi, alert WAF/firewall, user, sesi, perubahan file, dan kemampuan recovery. Pastikan kontrol tidak memblokir pengguna sah.
Peringatan Penting
Jangan menyalin perintah atau record konfigurasi tanpa menyesuaikan domain, IP, versi sistem, dan penyedia layanan.
Kesimpulan
Simpan artikel sebagai draft sampai setiap langkah diuji pada lingkungan yang sesuai. Konten teknis yang baik harus menyebutkan versi, asumsi, dampak, cara rollback, dan hasil verifikasi.






