Monitoring CPU dan RAM server perlu diterapkan berdasarkan lingkungan, versi aplikasi, akses yang tersedia, dan dampak terhadap layanan produksi.
Persiapan Sebelum Memulai
- Catat kondisi awal dan perubahan terakhir.
- Buat backup file, database, atau konfigurasi yang akan diubah.
- Kerjakan pada staging atau maintenance window jika perubahan berisiko.
Langkah yang Relevan
- Gunakan uptime, top/htop, free, vmstat, iostat, dan pidstat.
- Bedakan CPU user, system, iowait, load, swap, serta OOM.
- Kaitkan lonjakan dengan proses dan waktu request.
- Pasang alert dan simpan metrik historis.
Contoh Pemeriksaan atau Konfigurasi
uptime
free -h
df -h
sudo systemctl --failed
sudo journalctl -p err --since todayCara Memverifikasi Hasil
Periksa uptime, port listening, status service, log, resource, dan akses dari jaringan berbeda. Pastikan monitoring serta backup tetap berjalan.
Peringatan Penting
Jangan menyalin perintah atau record konfigurasi tanpa menyesuaikan domain, IP, versi sistem, dan penyedia layanan.
Kesimpulan
Simpan artikel sebagai draft sampai setiap langkah diuji pada lingkungan yang sesuai. Konten teknis yang baik harus menyebutkan versi, asumsi, dampak, cara rollback, dan hasil verifikasi.




